Anime Working!!

Anime Working!!

Daftaranimeterbaik.web.id – Pada awal 2000-an, stasiun TV Trans TV pernah menyiarkan seri seri boros. Sebagai salah satu pelopor acara komedi televisi modern, Extravaganza menghasilkan lelucon (dan dianggap terlalu kasar oleh beberapa pemirsa). Hingga 2009, para pemeran direvisi sepenuhnya. The Extravaganza 2009 masih menarik untuk ditonton untuk sementara waktu, tetapi untuk beberapa alasan, rasanya berbeda dengan Sogi dan Aming.

Anime Working!! dibangun di atas kesuksesan tiga musim Working!! yang telah tayang sejak 2010. Masih sama-sama berlatar di restoran keluarga Wagnaria, cerita dikisahkan dari sudut pandang Daisuke Higashida (diisi oleh Yuuichi Nakamura) yang terpaksa bekerja sambilan di Wagnaria karena bapaknya terkena PHK. Ia bermitra dengan Hana Miyakoshi (Haruka Tomatsu) yang dikenal karena prestasi (buruknya) dalam masak-memasak, Sayuri Muranushi (Yoko Hikasa) yang mengaku bisa melihat alam ghaib, Yuuta Shindo (Kensho Ono) yang keluarganya terlilit utang, Shiho Kamakura (Sora Amamiya) teman masa kecil Yuuta yang sangat kaya, Kisaki Kondo (Nana Mizuki) sang manager pemalas, dan Masahiro Adachi (Koki Uchiyama). Ada pula karakter-karakter lain seperti Kouki Saiki (Yoshimasa Hosoya) yang tidak lancar berbahasa Jepang,

Working!! mencoba untuk membawakan formula lawakan dan running gag sebagaimana tiga musim saudaranya. Pada episode pertama, penonton akan melihat kesamaan Higashida dengan Souta Takanashi dan langsung disajikan dengan permainan kata tou-san wa tousan da (ayahmu bangkrut), not to mention keluarga Higashida baik ayah, ibu, dan adiknya sama-sama berhasil membuat Higashida jengkel sebagaimana tiga saudara Takanashi. Mahiru Inami “menjelma” menjadi Hana Miyakoshi di seri ini dengan pola pengembangan karakter dan hubungan yang secara umum sama. Hubungan Adachi dan Muranushi akan terlihat seperti Yachiyo dan Satou, namun ada model pasangan baru di seri ini, yaitu antara Kamakura dengan Shindou.

Masalahnya, dalam sebuah sitkom (dan acara-acara lain yang dikenal dengan kekuatan karakternya), karakter yang bermain menjadi kunci utama kesuksesannya. Extravaganza kehilangan ruhnya tanpa Tora Sudiro, Top Gear kehilangan ruhnya saat ditinggal Hammond cs, dan walau Working!! mencoba mengulang kesuksesan tiga musim saudaranya, anime ini entah mengapa terjebak dalam lubang yang sama seperti seri-seri tersebut.

Premis Miyakoshi dan Higashida dikembangkan dengan baik. Penonton akan terhibur dengan canggungnya hubungan antara mereka berdua yang naik dan turun sepanjang seri, tetapi hubungan yang dibangun dengan coklat yang mampu membuat penikmatnya menjumpai Santo Valentinus hanya berakhir datar. Tiga musim saudaranya mampu mengembangkan berbagai cerita dengan basis menyelesaikan masalah Inami yang takut dengan laki-laki, tetapi tidak banyak cerita yang berkembang dari coklat dan Santo Valentinus ini.

Cerita justru malah menarik ketika penonton melihat hubungan Shindou dan Kamakura yang dikembangkan dengan sangat baik. Penonton dibuat tertawa sekaligus kesal bila melihat Shindou yang tahu mengapa Kamakura berubah menjadi yandere, namun terlalu dense untuk menyadarinya. Sementara hubungan Adachi dan Muranushi tidak dikembangkan dengan baik; yang berkembang justru Muranushi yang berinteraksi dengan karakter-karakter lainnya.

Baca juga : Anime Arakawa Under The Bridge

Hal tersebut diperparah dengan sejumlah gag yang entah mengapa tidak mengena ke penontonnya. Kecuali perbedaan kasta antara Shindou dan Kamakura yang dieksploitasi habis-habisan (sampai membawa dua pengawal Kamakura ke dalam cerita), anime ini tidak menghasilkan kesan “ah” dari lawakan yang dihadirkan. Selain itu, salah satu penyebab mengapa tiga musim saudaranya sangat disukai dan memiliki penggemar setia adalah kekuatan pengembangan masing-masing karakter dan cerita di antaranya.

Sebagai contoh, Yamada di tiga musim saudaranya memiliki kepribadian yang menyebalkan, tidak mau bekerja keras, dan suka mengerjai orang. Tetapi Yamada – meski tidak bersinar seperti Popura atau Inami – memiliki persona yang kuat dan sebagai karakter pendukung, kehadirannya melengkapi seri alih-alih “tenggelam” oleh persona karakter lain. Karakter seperti Saiki sebenarnya punya potensi seperti ini juga, tetapi tidak dimanfaatkan dengan maksimal dan hanya ditampilkan dalam situasinya yang gagap berbahasa Jepang. Yang agak “mendingan” di seri ini adalah Kondou, yang berhasil keluar dari bayang-bayang Kyouko dan berhasil menjadi dirinya sendiri, seorang ibu yang pintar sekaligus pemalas. Boleh dikatakan bahwa resep utama kesuksesan seri Working!! pada awalnya adalah pengembangan karakter dengan gag yang mengiringinya, dan hal ini tidak terasa dalam Working!!.

Hal lain yang terasa hilang dalam Working!! adalah karakter dengan pengisi suara yang kuat. Walau diisi oleh pengisi suara kenamaan, tidak ada karakter yang disuarakan sekuat Popura (Kana Asumi) maupun Yamada (Ryou Hirohashi) di seri ini; walau Sora Amamiya berhasil menghidupkan karakter Kamakura, it’s good but forgettable dalam artian penonton tidak akan mengingatnya sekuat Popura dan Yamada.

Terlepas dari hal tersebut, Working!! tetap bisa dinikmati oleh penonton kasual tanpa perlu menonton tiga musim saudaranya terlebih dahulu. Tetapi kalau memakai logika yang sama, tentu saja tidak ada masalah menonton Top Gear yang dibawakan Chris Evans atau Extravaganza-nya Maia Estianty. Working!! bagus sebagai dirinya sendiri, namun berada dalam bayang-bayang pendahulunya.