Kono Suba Kurenai Densetsu

Kono Suba Kurenai Densetsu

daftaranimeterbaik.web.id Siapa yang tidak menyukai anime isekai? salah satu nya adalah kono subarashii sekai wo shukufuku,yang menceritakan petualangan Kazuma yang meninggal dan dipanggil ke isekai dan bertemu dengan dewi sableng dan party yang luar biasa tidak bergunaPada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Kono Suba Kurenai Densetsu. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Kono Suba Kurenai Densetsu

Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo! sebuah kisah fantasi di dunia lain yang semua karakternya makhluk kurang beres. Lebih dikenal dengan sebutan Konosuba, Konosuba merupakan seri light novel karangan Natsume Akatsuki dengan ilustrasi dari Kurone Mishima. Setelah seri ini mendapatkan adaptasi televisi anime 2 season, seri ini juga mendapatkan adaptasi film anime. Film anime ini mulai tayang di bioskop Jepang pada 30 Agustus 2019. Juga akan ditayangkan di beberapa bioskop Indonesia mulai 8 Februari 2020.

Namun, ODEX selaku lisensor film ini di Asia Tenggara, mengadakan fans screening, atau penayangan perdana sebelum filmnya tayang serentak di bioskop Indonesia. Diadakan pada 1 Februari 2020, di CGV fX Sudirman, ada 2 penayangan spesial yang tiket penayangannya ludes terjual. Selain bisa menonton terlebih dahulu, penayangan ini juga memberikan merchandise Konosuba dari ODEX. Saya pun berkesempatan mengikuti sesi ini, dan berikut kesan saya terhadap film anime yang baru saya tonton ini.

Sebelumnya, karena film anime ini merupakan sekuel dari season 1 dan 2, saya sarankan untuk menontonnya terlebih dahulu. Season 1 & 2 punya peran penting dalam plot film ini, jadi mungkin kamu yang belum nonton tidak akan bisa menikmati film anime ini. Masih ada 6 hari nih sebelum filmnya tayang serentak di bioskop Indonesia, tamatin dulu yak serinya. Hush, udah nonton dulu sana.

Yang sudah nonton, selamat datang di review ini /plak~ Oke, jadi di film ini Megumin memutuskan untuk pulang kampung setelah menerima surat dari kampungnya, Desa klan Crimson Demon. Di mana surat itu mengatakan kalau desanya sedang dalam bahaya! Tentunya Megumin membawa party sablengnya bersama dia. Di awal film, kita bener-bener diingatkan kembali dengan sablengnya party ini. Megumin dengan sihir ledaknya, Darkness dengan kemasokisannya, Aqua dengan ketidakgunaannya, dan Kazuma dengan kebusukkannya sebagai manusia. Penonton seperti disambut kembali dengan party ini, setelah 2 tahun tidak bertemu.

Namun, di pertengahan sampai akhir film, Aqua dan Darkness terasa tipis sekali keberadaannya. Karena ceritanya Megumin pulang kampung, jadi heroine utama di film ini tentu adalah Megumin. Film ini membuat 2 heroine lainnya tersingkir, dan bahkan kurang jam tayang. Aqua kurang menunjukkan betapa tidak bergunanya, dan malah tampak seperti heroine pada umumnya! Di situ jujur saya merasa aneh lihat Aqua hampir gak melakukan sesuatu yang bodoh. Hampir ya, melakukan sesuatu yang bodoh memang sudah kewajibannya makhluk satu ini. Dosis Kayano Ai-nya Darkness juga kurang di sini! Bahkan bisa dihitung dengan jari, berapa kali dia mendesah dim film ini /plak. Memang kerasa sekali 2 karakter ini kurang jam tayang.

Megumin terlihat jelas jadi bintang utama film ini. Film ini mengenalkan orang-orang di kampung Megumin dan anggota keluarganya. Walau demikian, menurut saya pembawaan karakter-karakter baru ini kurang menarik. Hanya sedikit di antara banyak karakter baru yang kelihatan berkesan. Salah satunya Komekko, adiknya Megumin, berkesan sekali~ Sisanya, jadi penghias aja biar rame. Memang fokus utama masih ke party sableng ini aja, terutama di film ini fokus ke Megumin dan Kazuma. Karakter Megumin dan Kazuma benar-bener dijual di film ini. Bahkan ada fakta-fakta menarik Megumin juga yang terungkap di film ini.

Plotnya atau ceritanya, film ini terlihat pakai formula seri animenya Konosuba. Teknik penyutradaraannya persis seperti season 2 bagian akhir menurut saya. Kalau season 2 bagian akhir itu fokus ke “kampungnya” Aqua, ini bedanya fokus ke kampungnya Megumin. Saya benar-benar ngerasaan itu saat nonton film anime ini. Hanya saja, karena ini merupakan sekuel season 1 dan 2, ceritanya benar-benar disusun rapi di sini. Makanya saya sarankan sebelumnya nonton dulu itu, kalau belum nonton pasti tidak dapat touch-nya ceritanya.

Untuk penjahat dalam film ini, Sylvia, lagi-lagi merupakan jenderal pasukan raja iblis. Tapi, dia kelihatannya paling bikin repot party ini. Bisa dibilang dia penjahat terbaik di seri anime ini. Juga, pembawaan karakter antagonis ini sangat dipengaruhi season 1 dan 2. Makanya nonton dulu, dibilangin. Interaksi karakter ini dengan Kazuma the best, wkwk~ Tapi, belum bisa dibilang antagonis yang berkesan dari seri anime ini. Toh ini Konosuba! kan, tidak akan ada sepertinya antagonis yang berkesan~

DUAR, MEME!!! /Plak! Fokus ke Megumin, tentunya fokus ke sihir ledakannya juga. Walau berganti studio produksi dari Studio Deen ke J.C.Staff, animasinya tidak begitu terlihat bedanya. Staff utama dalam seri ini memang tidak ganti juga. Tapi, karena ini film layar lebar, terlihat dan terasa sekali ini kualitas animasi film layar lebar yang sangat baik. Sihir ledakan Megumin terasa lebih dahsyat di film anime ini! Animasinya tidak mengecewakan sama sekali, juga kualitas gambarnya tidak se-meme kerjaannya Studio Deen. Kualitas buah dada di anime ini tetap seperti seri animenya. Tidak hanya itu, saya rasa kalau tersedia dalam format 4DX, akan terasa sekali sensasi dari efek adegan aksinya. Suara dari speaker saja sudah terasa soalnya. Sensasi yang tidak bisa kamu dapatkan jika hanya menonton di rumah.

Ngomongin kualitas suara, wow! Pengisi suara di Konosuba memang tidak pernah setengah-setengah kualitasnya. Di serinya, saya suka sekali dengan akting para pengisi suara ini. Karena mereka sering melakukan adlib yang hasilnya buat penonton terhibur. Apalagi pengisi suaranya Kazuma, damn!! Jun Fukushima doing a masterpiece work! Mulut Kazuma yang ngaco ini bener-bener disulih dengan luar biasa oleh orang ini. Peranan audio di bioskop juga mendukung sekali akting dia yang wow ini. Salah satu alasan saya sangat menyukai seri ini memang berasal dari hasil akting seiyuu–seiyuu hebat ini. Di film layar lebarnya ini mereka masih berhasil membawakan karakter-karakternya dengan luar biasa kacaunya.

Film anime Konosuba ini hanyalah Konosuba doing Konosuba thing. Saya sebagai penggemar seri anime Konosuba sangat terhibur dengan film ini. Karena ini satu-satunya seri fantasi komedi yang berhasil membuat saya tertawa terbahak-bahak. Betapa bego karakternya, betapa ngaco ceritanya, sangatlah menghibur. Karakternya tidak sok-sok edgy, apa adanya sekali. Cerita tidak epic-epic banget, malah ngaco, bikin antiklimaksnya tuh pecah sekali.

Untuk kualitas film anime, masih lumayan lah. Walau memang ini bukan salah satu yang terbaik. Benar-benar Konosuba ini tapi bedanya ini di format film anime. Kamu yang suka sekali dengan anime ini wajib sekali nonton ini. Ini tuh bisa dibilang Avengers: Endgame-nya Konosuba. Daripada disebut film, ini lebih layak disebut event terbesarnya suatu franchise. Ah ya, Yunyun muncul kok, jadi ditonton yak. Dah itu doang bahas Yunyun-nya~ (Sumpah, saya hampir lupa nulis ini tadi, wkwk~)

Baca Juga : Sutradara Shirobako Beberkan Rahasia Film Shirobako

Kaptain

Supercharged Konosuba episode. Itu cara ngedeskripsiin paling sederhana dari filmnya jadi kalau dari awal emang ambivalen atau nggak cocok dengan seri ini saya nggak yakin film akan merubah posisi kalian. Budget film dipake dengan baik untuk ledakan, breast physics, dan tangan Kazuma. Berhubung staf kunci masih sama dengan Deen komedi dan visualisasinya secara fundamental masih sama. Untuk muatin durasi film memang momen karakter selain Megumin jadi kena potong, karena beda dengan seri TV yang ngasih 5 episode per volume, kita dapet 90 menit untuk filmnya. Tapi secara pribadi saya lebih seneng sama klimaksnya karena kita dapet versi extreme dari Sylvia yang semua party member harus kerjasama buat ngelawannya.

Performa anime cukup bagus untuk budgetnya dan mobage juga bakal rilis akhir Februari ini, jadi sebenernya saya optimis kelanjutannya bakal ada berhubung momentumnya masih bagus. Cuma ya ngerasa aja yang bikin berhalangan paling ya TakaRie yang jelas sibuk banget. Yang bikin saya penasaran itu apakah lanjutannya nanti bakal film lagi atau balik seri TV. I’m fine either way.

Pada minggu lalu, adaptasi film anime dari light novel karya Natsume Akatsuki, “Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo Kurenai Densetsu” diputar di Amerika Serikat. Crunchyroll menjadi lisensor film ini di luar Jepang, dan tampaknya karya yang dipenuhi komedi ini juga mendapat sambutan dari salah satu screenwriter film ternama di Hollywood, Roger Avary.

Hal ini berawal dari seorang pengguna Twitter bernama Protokahn, yang mempublikasi twit berisikan Roger Avary memberikan rating bintang 5 terhadap film KonoSuba. Roger diketahui memberikan penilaian tersebut di situs Letterboxd. Situs ini memberikan layanan kepada penggemar dan kritikus dalam membagikan tinjauan terhadap suatu film. Roger memiliki akun dari situs ini, dan beberapa waktu lalu menambahkan film KonoSuba dalam katalognya. Tentunya, penulis skenario ini memberikan rating bintang 5 untuk film ini.

Menggunakan akun Twiternya, penulis skenario film Pulp Fiction ini juga me-ritwit twit dari Protokahn tersebut. Ia juga me-ritwit salah satu komentar yang menggunakan kalimat, “Roger Avary is why pulp fiction is good, and i’ll headlock your sh*t if you disagree”. Tak hanya itu, ia sendiri juga membagikan artikel dari Crunchyroll terkait pemberian rating bintang 5-nya terhadap film yang dibuat J.C. Staff ini. Kemudian ia memberikan komentar pendek terkait impresinya terhadap film anime ini.

Roger Avary adalah seorang penulis, skenaris, sutradara, dan produser film yang lahir di Flin Flon, Manitoba, Kanada pada 23 Agustus 1965. Karirnya dikenal sebagai kolaborator bersama Quentin Tarantino terutama saat menggarap film Killing Zoe, dan Pulp Fiction. Bersamanya, film-film ini memenangkan banyak penghargaan seperti Palme’ d’Or, Prix tres special a Cannes, Best Original Screenplay dalam Academy Awards pada tahun 1995, hingga meraih hadiah utama dari gelaran Yuubari International Fantastic Film Festival tahun 1994.